Sistem Referensi Geospasial Indonesia
Satu Referensi Pemetaan Indonesia

Sistem Referensi Geospasial Indonesia

Satu Referensi Pemetaan Indonesia

Model Geoid

Geoid Indonesia berfungsi sebagai Sistem Referensi Geospasial Vertikal (SRGV). Geoid tersebut dihasilkan dari berbagai metode pengukuran data gayaberat relatif meliputi teristris, airborne, dan marine dengan menggunakan berbagai jenis gravimeter relatif. Pengukuran gayaberat tersebut direferensikan pada pilar Jaring Kontrol Gayaberat (JKG). Hal ini didasarkan pada Pasal 10 Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (Perka BIG) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 (SRGI2013).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, JKG termasuk dalam salah satu jaring kontrol geodesi selain Jaring Kontrol Horisontal dan Jaring Kontrol Vertikal. Sebagai referensi pengukuran gayaberat, pilar JKG memiliki nilai gayaberat absolut yang didefinisikan dari pengukuran gayaberat absolut dengan menggunakan gravimeter absolut. 

Dalam bidang ilmu Geodesi, geoid didefinisikan sebagai bidang ekuipotensial medan gayaberat yang berimpit dengan muka laut rata-rata global. Untuk memenuhi berbagai keperluan baik praktis maupun ilmiah, dalam Pasal 11 Perka BIG Nomor 15 Tahun 2013 tentang SRGI2013 disebutkan bahwa apabila Geoid Indonesia belum tersedia secara memadai maka dapat digunakan permukaan laut rata-rata berdasarkan pengamatan pasang surut selama sekurang-kurangnya 18,6 (delapan belas koma enam) tahun atau 1 (satu) tahun.

Geoid Indonesia dihasilkan dari pemodelan yang menggunakan berbagai komponen data antara lain data gayaberat relatif, Model Geoid Global (MGG) seperti EGM2008, data tinggi dari model Digital Terrain Model (DTM) atau Digital Surface Model (DSM) seperti data SRTM. Metode pemodelan geoid menggunakan konsep Remove - Restore Technique dan pendekatan Fast Fourier Transformation (FFT). Nilai akurasi geoid ditentukan berdasarkan hasil perbandingan nilai undulasi di setiap pilar Tanda Titik Geodesi (TTG) dari pekerjaan co-site Global Navigation Satellite System (GNSS) - Sipat Datar.

Informasi lebih lanjut dapat diunduh pada tautan ini.