Monthly Archives April 2014

Sejarah Sistem Referensi Geospasial di Indonesia

Usaha untuk melakukan pendefinisian datum geodetic atau sistem referensi geospasial sebagai acuan dalam kegiatan survey dan pemetaan mau[un penyelenggaraan IG, telah dilakukan bahkan sejak masa pendudukan Belanda. Penentuan posisi dengan metoda triangulasi dimulai pada tahun 1862 yaitu jaring utama triangulasi di P.Jawa, dan selesai pada tahun 1880. Terdiri dari 114 titik, ditempatkan di puncak-puncak gunung, dengan tiga basis.

Sistem koordinat triangulasi Jawa dihitung mengacu kepada elipsoid Bessel 1841, dengan lintang dan azimuth ditentukan titik triangulasi di Genoek, dan untuk hitungan bujur, Batavia (sekarang Jakarta) sebagai meridian nol. Selanjutnya pada tahun 1883 jaring utama triangulasi Jawa diperluas ke P...

Baca Selengkapnya