Sistem Referensi Geospasial Indonesia

Yuk...Ketahui Stasiun Pasang Surut BIG

Stasiun Pasang Surut Laut atau Indonesia Tide Gauges (InaTides) merupakan kumpulan stasiun pasang surut yang menghasilkan data dan dikelola oleh Badan Informasi Geospasial yang dulunya dikenal dengan BAKOSURTANAL. Kegiatan pengamatan pasang surut yang sifatnya permanen dan jangka panjang telah dilakukan sejak tahun 1984. Pemasangan stasiun pasang surut dimulai di sekitar pantai Pulau Jawa dan Sumatera untuk tujuan penetapan muka laut rata-rata yang dijadikan sebagai acuan untuk jaring kontrol vertikal nasional (JKVN) dan pemetaan dasar.

Jumlah stasiun pasang surut bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan JKVN dan kegiatan survei pemetaan bukan hanya di darat tetapi juga di laut. Pembangunan stasiun pasang surut signifikan bertambah sebanyak 25 stasiun pada tahun 1998 untuk memenuhi keperluan kegiatan Pemetaan Digital Sumberdaya Kelautan. Peremajaan alat dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 24 peralatan digital dan 25 peralatan analog.

Badan Informasi Geospasial mulai menggunakan tiga jenis peralatan perekaman secara real time sejak tahun 2010 namun baru digunakan pada tiga stasiun. Adapun peralatan yang digunakan terdiri atas tiga jenis peralatan perekaman yakni radar gauge, pressure gauge dan float gauge. Hingga saat ini, tercatat terdapat 159 stasiun pasang surut dengan jenis peralatan tersebut yang dioperasikan oleh Badan Informasi Geospasial di seluruh wilayah Indonesia. Dalam kegiatan pengelolaan stasiun pasang surut, Badan Informasi Geospasial bekerjasama dengan beberapa Instansi Pemerintah lain seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, PT. Pelindo serta Instansi Pemerintah lainnya.

Kegiatan pengelolaan stasiun pasang surut yang dikelola saat ini merupakan bagian program peringatan dini tsunami (InaTEWS) sebagai upaya mitigasi bencana alam di Indonesia.