Sistem Referensi Geospasial Indonesia

Partisipasi Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika dalam Kegiatan Working Group on the Study of Tides and Sea Level Changes and its Impacts on Coastal Environment in South China Sea

Bogor, 13 Oktober 2021

Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (JKGG) Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Pusat Studi Kawasan Asia Tenggara (PSKAT), difasilitasi oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral (P2KM) Kementrian Luar Negeri sukses melaksanakan kegiatan pertemuan ke 16 Working Group on the Study of Tides and Sea Level Changes and its Impacts on Coastal Environment in South China Sea. Working Group dilakukan dengan metode hybrid. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Kepala BIG, Bapak Muh Aris Marfai. Acara selesai pada pukul 14.00 WIB dan ditutup dengan pembacaan Consideration and Adoption of the Statement of the Working Group oleh Bapak Gatot H. Pramono serta disepakati oleh seluruh peserta Working Group.

Working Group diikuti oleh 67 peserta dari 11 participant parties, yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, China, Laos, Malaysia, Myanmar Filipina, Chinese Taipei, Thailand, dan Vietnam. Dari 11 participant parties, terdapat enam delegasi yang mempresentasikan paparan, dimana tema paparan berfokus pada tren kenaikan muka air laut dan implikasinya terhadap area pesisir, serta mitigasi yang dapat dan telah diterapkan.

Harapannya, pertemuan ini perlu terus dilakukan dan dipertahankan untuk memperkuat kerjasama di Kawasan Laut China Selatan. Pertemuan Working Group yang ke-17 akan diadakan tahun depan, membahas masalah umum terkait lingkungan laut dan darat di sekitar Laut Cina Selatan. Dalam hal ini, penurunan tanah juga terjadi di beberapa wilayah pesisir dan mengancam masyarakat dan aktivitas bisnis. Sehingga, sub-tema penurunan muka tanah menjadi elemen penting yang harus dibahas lebih lanjut pada pertemuan Working Group kedepannya.

Sehingga, peserta pertemuan Working Group ke-16 mengusulkan agenda pertemuan Working Group ke-17 membahas tentang studi kenaikan permukaan laut dan pernurunan tanah sebagai ancaman pada lingkungan pesisir di Laut Cina Selatan.