Sistem Referensi Geospasial Indonesia

Atmosfer

TEC (TOTAL ELECTRON CONTENT)

Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti sebuah planet. Atmosfer berfungsi untuk melindungi permukaan dan menjaga ekosistem udara dari suatu planet. Bumi memiliki atmosfer yang berada pada ketinggian 0-800 km. Atmosfer tersebut terdiri atas 6 lapisan yaitu lapisan troposfer, lapisan stratosfer, lapisan mesosfer, lapisan ionosfer, lapisan termosfer, dan lapisan eksosfer.

GNSS merupakan teknologi yang digunakan untuk penentuan posisi secara teliti dari suatu titik di permukaan bumi, sejalan dengan perkembangan pengetahuan membuka babak baru dari teknologi GNSS di bidang meteorologi. Dalam penentuan posisi, teknologi GNSS menggunakan interaksi antara satelit GNSS yang berada di luar angkasa dengan receiver GNSS di bumi. Interaksi tersebut berupa penjalaran sinyal melewati lapisan atmosfer. Lapisan atmosfer yang berisi gas/udara membiaskan hasil dari penentuan posisi GNSS, dimana terdapat 2 lapisan yang sangat berpengaruh yaitu lapisan troposfer dan lapisan ionosfer. Lapisan troposfer memberikan pengaruh dalam bentuk fenomena uap air (perciptible water vapour), sedangkan lapisan ionosfer memberikan pengaruh melalui elektron bebas yang berada pada lapisan tersebut. Untuk mendapatkan hasil pengukuran GNSS dengan ketelitian yang lebih baik maka efek pada kedua lapisan atmosfer tersebut harus dietimasi ataupun dimodelkan.

Informasi lebih lanjut dapat diunduh melalui tautan ini.

 ZTD (ZENITH TOTAL DELAY)

Dalam penentuan posisi dengan GNSS, perlambatan yang terjadi baik pada lapisan ionosfer ataupun troposfer menimbulkan kesalahan sistematik pada posisi yang dihasilkan. Sehingga untuk menghindari hal tersebut diperlukan cara yang sistematik pula. Sebagai contoh untuk menghindari efek ionosfer, pengguna biasanya memanfaatkan receiver dual-frekuensi sehingga efek ionosfer bisa di kurangi dengan menerapkan proses ionosphere free linear combination. Sementara untuk mengurangi efek pada bagian troposfer pengguna biasanya bisa melakukan koreksi dengan model yang sudah ada, atau untuk mendapatkan ketelitian posisi yang lebih baik, total kesalahan yang terjadi pada medium ini diestimasi secara simultan pada saat penentuan posisi dilakukan. Total kesalahan pada medium troposfer ini dalam praktiknya dikenal dengan dengan istilah Zenith Total Delay (ZTD). ZTD sendiri terdiri dari dua bagian yaitu: Zenith Wet Delay (ZWD), dan Zenith Hydrostatic Delay (ZHD).

 Informasi lebih lanjut dapat diunduh melalui tautan ini.