Sistem Referensi Geospasial Indonesia

Model Deformasi

Wilayah Indonesia terletak diantara pertemuan beberapa lempeng tektonik yang sangat dinamis dan aktif, diantaranya lempeng Eurasia, Australia, Pasifik dan Filipina. Hal ini menyebabkan seluruh objek-objek geospasial yang ada diatasnya, termasuk Jaring Kontrol Geodesi Nasional (JKGN) bergerak akibat deformasi kerak bumi. Maka dari itu, pemodelan deformasi dibutuhkan untuk mengetahui besar pergeseran, arah pergeseran, dan perubahan volume dari lempeng tektonik tersebut. Perhitungan model deformasi Indonesia dilaksanakan berdasarkan atas kebutuhan untuk mendefinisikan Sistem Referensi Geospasial Nasional (SRGN) baru yang dapat menggantikan Datum Geodesi Nasional (DGN) 1995. Model deformasi adalah fungsi dari pergerakan linier lempeng tektonik dan deformasi kerak bumi fase inter-seismic yang dapat diperoleh dari vektor kecepatan pergerakan stasiun-stasiun GPS di permukaan bumi. Model deformasi yang baik adalah yang dapat menggambarkan pola pergerakan lempeng tektonik secara keseluruhan dengan akurat.

Informasi lebih lanjut dapat diunduh pada tautan ini.