Model Deformasi

Model Deformasi

Indonesia adalah negara yang terletak diantara pertemuan beberapa lempeng tektonik diantaranya lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan seluruh objek-objek geospasial yang ada diatasnya, bergerak akibat deformasi kerak bumi.

Pada tahun 2013, pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) sebagai referensi tunggal penentuan posisi di wilayah Indonesia dan kompatibel dengan sistem referensi global International Terrestrial Reference System (ITRS). Kerangka referensi yang dibangun yaitu SRGI2013 epok 2012.0 atau pemutakhirannya. Dalam implementasinya dalam penentuan posisi, SRGI memperhitungkan perubahan posisi kerangka referensi sebagai fungsi waktu untuk mengakomodir terjadinya deformasi pada permukaan bumi.

Deformasi yang terjadi pada permukaan bumi tersebut pada skala tertentu perlu diperhitungkan agar koordinat hasil penentuan posisi tetap akurat. Untuk itu dibangunlah suatu model yang dapat merepresentasikan pergerakan lempeng bumi yang diperoleh dari hasil pengamatan geodetik yang disebut dengan model deformasi. Dengan model deformasi, pengguna dapat mengetahui vektor perubahan posisi tempat dimana pengguna akan menentukan nilai koordinatnya. Dari informasi vektor perubahan posisi tersebut, pengguna dapat menentukan posisi secara akurat sesuai dengan epok yang diinginkan.

Gambar 1. Vektor perubahan posisi horizontal stasiun Ina-CORS (biru) dan pilar JKG lainnya (hitam).

 

Model deformasi dibangun dari data pengamatan geodetik, dalam hal ini adalah vektor perubahan posisi horizontal dan vertikal stasiun Ina-CORS dan pilar-pilar JKG lainnya (gambar 1 dan gambar 2). Data vektor tersebut kemudian dilakukan gridding dengan metode kriging dengan spasi per 0.1 derajat. Dalam penggunaannya, pengguna dapat memperoleh vektor perubahan posisi pada titik yang diukur dengan interpolasi dari titik-titik grid terdekat dengan metode bilinear melalui menu transformasi epok yang ada dalam web srgi.big.go.id. Gambaran model deformasi hasil gridding tersebut dapat dilihat pada gambar 3.

 

Gambar 2. Vektor perubahan posisi vertikal stasiun Ina-CORS (biru)

 

Gambar 3. Model deformasi wilayah Indonesia.

Kontak

Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika
Badan Informasi Geospasial
JL. Raya Jakarta - Bogor KM 46, Cibinong 16911
Tlp. 021-8753155 atau 021-8752062 ext. 3608/3611/3103
Fax. 021-87908988/8753155
Email. srgi@big.go.id