Real-Time GNSS Indonesia merupakan sistem hitungan realtimeGlobal Navigation Satellite System (GNSS) di wilayah Indonesia. Dalam penentuan posisi, GNSS melibatkan Global Positioning System (GPS) dan beberapa satelit navigasi lain seperti: GLONASS, Galileo, BeiDou , QZSS, dan IRNSS. Badan Informasi Geospasial (BIG) mengelola 250 stasiun real-time GNSS, Seluruh stasiun tersebut mengirimkan data observasi GNSS setiap detik ke pusat pemrosesan data di BIG. Kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan software RTPPP. Penentuan posisi dilakukan dengan teknik real-time Precise Point Positioning Ambiguity Resolution (PPP-AR) dan real-time Precise Point Positioning Regional Augmentation (PPP-RA) sehingga dihasilkan perubahan posisi tiap detik. Untuk melihat perubahan posisi real-time pada masing-masing stasiun bisa dilakukan dengan mengklik salah satu stasiun pada sebaran stasiun real-time GNSS di bawah ini. Untuk monitoring seluruh stasiun bisa dilihat pada monitoring stasiun real-time GNSS. Sistem real-time GNSS ini mengakomodir keperluan monitoring gempa bumi dan Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) dalam bentuk Earth Quake Mode (hanya muncul pada saat gempa terjadi) dan Earth Quake Replay Mode (fasilitas untuk memutar ulang kejadian gempa, bisa diakses di Earth Quake Info). Sistem ini juga menampilkan monitoring real-time Zenith Wet Delay (ZWD).
EQ REPLAY MODE
Gempa dengan magnitude 00Mw Lintang 00 Bujur 00 Kedalaman (Km) 00 Km. (Sumber informasi gempa: layanan servis BMKG)